Cara penulisan Blog yang baik



Beberapa hari ini, gue melihat banyak orang-orang di sekitar gue mulai (kembali) menulis blog.
Ada yang baru banget bikin blog atau yang udah pernah bikin blog tapi sekarang di aktifkan lagi.
Gue jadi ikutan senang, karena jujur, sejak munculnya social media semacam friendster, facebook dan twitter, orang-orang mulai beralih dari blog.
Beberapa blogger paporit gue udah mulai jarang banget ngupdate tulisannya diblog gara-gara keseringan ngoceh di twitter.
Seru sih, nge-follow twitternya, tapi menurut gue, 140 karakter ngga cukup untuk menuliskan apa yang seru, lucu dan menarik dalam hidup secara lengkap dan ga terpotong-potong.
Karena itu gue pribadi cenderung membutuhkan blog.
Nah, dengan semakin bermunculan nya blog, makin banyak warna –warna blog yang gue temui.  Beberapa gue suka, beberapa lagi ngga.
Karena ada beberapa blog, yang menyalahi aturan-aturan dasar blogging. (sotoy. hahaha)
Gue sendiri mulai iseng nulis blog, dari tahun 2011, pertamanya mulai nulis di blog friendster, kemudian pindah ke multiply, trus pindah lagi ke blogspot.
Hingga akhirnya memutuskan untuk beli domain pribadi ini di awal tahun lalu. Sejarah penulisan blog ini pernah gue tulis di postingan yang ini.
Dari pengalaman itu, gue bisa sharing disini bagaimana menulis blog yang baik dan benar. (setidaknya ini yang gue lakukan).
1. Gunakan nama yang baik
Ini yang paling penting. Sebelum membuat blog, pastikan nama blog lo itu unik, singkat dan gampang diingat.
Karena apa, bagi blog baru yang belum punya pembaca setia, nama domain itu yang menjadi patokan pertama.
Biasanya, blogger baru akan mencari nama yang keren dan cool. Efeknya, nama domain yang kalian pilih itu kayak kereta ke bekasi. Panjang dan penuh sesak!


2. Rutin menulis

Ini adalah masalah klasik para blogger. Rasanya susah untuk berkomitmen rutin menulis.
Ada aja halangan untuk menulis, mulai dari kerjaan yang menumpuk, ga ada waktu, banyak kerjaan, hingga teralihkan oleh social media yang lagi rame-ramenya.
Tapi cobalah untuk berkomitmen menulis, minimal 1 postingan per minggu. Ini berguna untuk membuat pembaca lo untuk datang kembali.
Ketika mereka membaca satu artikel menarik, mereka pasti berharap untuk membacanya lagi minggu depan.
Ketika lo sudah ngga rutin mengupdate blog, maka perlahan mereka tidak akan berkunjung lagi.

3. Kejar market niche yang tepat.
Tanyakan ke diri lo sendiri, kira-kira siapa yang tertarik baca cerita lo siapa? Siapa target pasar lo?
Kalo gue, dengan jelas gue bakal bilang, mahasiswa dan para pekerja muda. Karena kesamaan umur, cerita gue bakal lebih cocok bagi golongan itu.
Jika lo perhatikan benablog.com atau pocongg.com jelas sekali bahwa target pasar mereka adalah anak SMA.
Yang buat gue, mungkin gue akan di rajam pembaca gue jika gue menulis ‘SEpERtI iNi’ atau ‘ceMunGudh EaaaPPss’.
Market niche ini, bukan hanya berlatar belakang umur saja, tapi bisa juga berlatar belakang minat.
Jika lo minat gadget, tulislah mengenai itu. Jika lo suka politik, bahas itu.
Jangan campurkan semuanya jadi satu. Hari ini bahas fotografi, besok bahas cara ternak sapi. Jangan!
Dengan membuat market niche ini, lo otomatis akan ‘mewarnai’ blog lo, dan otomatis akan memunculkan beberapa loyal readers yang militan yang rela mempromosikan blog lo tanpa bayar. Saya sendiri sudah punya beberapa. *kedip manja*

4. Munculkan sense of belonging pembaca lo.
Bikin semacam riset kecil-kecilan. Lo nulis buat apa? Buat berbagi cerita? Buat mencatat kehidupan keseharian doang?
Ada beberapa blog, yang cuma bercerita tentang kehidupan keseharian penulisnya.
Yang membuat gue berpikir, dan mungkin yang lain juga berpikir demikian. Siapa elo yang gue harus tau lo makan siang pake apa?
Kalo emang kejadian hidup lo biasa aja, kemas itu secara bagus. Berikan value added kepada pembacanya.
Contoh : ‘aduhhhh, kucing gue tadi siang mati. Gue sedih banget sekarang.’ I don’t care about your cat you dumbshit!
Bisa lo ubah menjadi : “gue hari ini sedih banget. Kucing kesayangan gue si Maroko mati. Tapi gue ga terlalu sedih. Maroko adalah kucing yang baik. Dia pasti masuk surga dan sekarang dia sedang ditemani oleh kucing-kucing perawan.”
Kemas secara unik. Cara bercerita yang unik, akan menimbulkan rasa memiliki para pembaca. Toh, penulis yang baik adalah penulis yang mampu mempengaruhi emosi pembaca dengan tulisannya.

5. K.I.S.S (Keep It Simple Stupid!)
Buatlah, design layout blog lo sesederhana mungkin. Perhatikan font yang digunakan dan background blog lo. Ngga usah gunakan warna yang terlalu mencolok.
Huruf berwarna pink dengan background hitam atau background foto warna warni akan membuat mata saya berdarah ketika membacanya.
Huruf berwarna gelap dan background terang akan sangat nyaman dimata. Tujuannya apa?
Agar pembaca nyaman membaca tulisan lo.

6. Jangan gunakan Widget terlalu banyak.
Widget adalah pernak pernik yang biasa digunakan buat ngedandanin blog. Nah, pemasangan widget yang berlebihan ini adalah kesalahan terbesar blogger-blogger pemula atau blogger abege yang sering sekali kita temui.
Ntah karena alasan apa, selalu aja ada blog-blog dengan widget berlebih di blog. Ini widget atau make-up syahrini?
Contohnya gini, banyak yang masang widget jam, widget ikan-ikanan.
Buat apa nambah widget jam? Padahal yang baca blog lo itu dari smartphone atau PC, yang jika dia emang bener2 pengen tau sekarang jam berapa, tinggal liat ke pojok kanan bawah komputernya.
Widget ikan-ikanan? Dia baca blog buat baca tulisan, bukan ngasih makan ikan.
Kalo dia mau ngasih makan binatang, jangan baca blog, ke kebun safari sana.  Kasi makan tuh jerapah!
For your information, penambahan widget-widget sepertini akan menambah lama waktu loading halaman blog lo. Ditambah lagi dengan koneksi internet di Indonesia yang kayak kura-kura abis sahur on the road. Lelet banget kan?
Koneksi internet yang lambat dan widget berlebih? Mimpi buruk!
Basic rule nya gini, jika blog lo ngga bisa terbuka dalam 2 detik dengan koneksi internet normal. Maka blog lo terlalu berat.
Sekali lagi, jangan harap pembaca akan loyal berlama-lama di blog lo jika membutuhkan waktu 1 juta tahun cahaya untuk sekedar berpindah dari satu halaman ke halaman yang lain.
Atau hanya untuk membukanya saja dibutuhkan waktu 1 masa pemerintahan SBY.
Semakin ringan semakin bagus

7. Jangan gunakan lagu sebagai background blog.
Seriuslah? ini sangat menganggu. Gue buka halaman blog, buat ngebaca, bukan buat dengerin musik.  Ini bikin blog sangat-sangat berat buat dibuka. Dan ga semua orang suka ama selera musik lo.
Lagi pula, ngga semua artikel cocok dengan satu lagu yang diputar terus menerus.
Bayangkan gue menulis sendu, artikel sedih mengenai tsunami, harus diiringi Lagu 7icon. “Gak gak gak kuat..”
Segitu dulu dari gue tips-tips blogging nya, mudah-mudahan ini jadi sesuatu.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fungsi tanda baca

Tanda Titik (.)
1.      Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:   Saya suka makan nasi.


2.      Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:  
Irwan S. Gatot
3.      Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
   Dr. (doktor)
4.      Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
   dll. (dan lain-lain)
5.      Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
Contoh:
   Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
6.      Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:   Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.
7.      Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:  
Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
8.      Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh:
  Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)




1.      Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:   Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.

2.      Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:   Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.

3.      Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh:   DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

4.      Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
contoh:   Cu (tembaga)

5.      Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
contoh:   Latar Belakang Pembentukan

Tanda Koma (,)

1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:    Saya menjual baju, celana, dan topi.
Contoh penggunaan yang salah:    Saya membeli udang, kepiting dan ikan.

2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh:    Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.

3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:   Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.

3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh:    Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh:   Oleh karena itu, kamu harus datang.

5. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
contoh:   O, begitu.

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:   Kata adik, "Saya sedih sekali".

7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:   Medan, 18 Juni 1984

8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh:    Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.

9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh:    I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.

10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
contoh:   Rinto Jiang, S.E.

11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:   33,5 m

12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:   pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.

13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:   Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Bandingkan dengan:   Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
contoh:   "Di mana Rex tinggal?" tanya Stepheen.

Tanda Titik Koma (;)

1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:   Malam makin larut; kami belum selesai juga.

2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh:   Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.

Tanda Titik Dua (:)

1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh:   Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
'pemeran' Contoh:   Ketua                  : Borgx

3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:   Borgx : "Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!"

4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:    (i) Tempo, I (1971), 34:7 , (ii) Surah Yasin:9 , (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.

5. Tanda titik dua dipakai untuk menandakan nisbah (angka banding).
Contoh:   Nisbah siswa laki-laki terhadap perempuan ialah 2:1.

6. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh:   Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.

Tanda Hubung (-)

1. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh:   anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan
Tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.

2. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh:   p-e-n-g-u-r-u-s

3. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
Bandingkan:   ber-evolusi dengan be-revolusi

4. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, (d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (e) nama jabatan rangkap.
Contoh:
 
          se-Indonesia 
          hadiah ke-2

5. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:  di-charter

Tanda Pisah (–, —)

1a. Tanda pisah em (—) membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
Contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar.

1b. Tanda pisah em (—) menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
Contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

2a. Tanda pisah en (–) dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti 'ke', atau 'sampai'.
Contoh:   1919–1921

2b. Tanda pisah en (–) tidak dipakai bersama perkataan dari dan antara, atau bersama tanda kurang (−).
Contoh:    dari halaman 45 sampai 65, bukan dari halaman 45–65

Tanda Elipsis (...)

1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus, misalnya untuk menuliskan naskah drama.
Contoh:   Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak.

2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan, misalnya dalam kutipan langsung.
Contoh:   Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.

Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.
Contoh:   Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan hati-hati ....

Tanda Tanya (?)

1. Tanda tanya dipakai pada akhir tanya.
Contoh:   Kapan ia berangkat?
Penggunaan kalimat tanya tidak lazim dalam tulisan ilmiah.

2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:   Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).

Tanda Seru (!)

Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:   Alangkah mengerikannya peristiwa itu!

Oleh karena itu, penggunaan tanda seru umumnya tidak digunakan di dalam tulisan ilmiah atau ensiklopedia. Hindari penggunaannya kecuali dalam kutipan atau transkripsi drama.

Tanda Kurung ((...))

1. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh:   Bagian Keuangan menyusun anggaran tahunan kantor yang kemudian dibahas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) secara berkala.

2. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:   Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada) membentuk sistem satelit domestik di Indonesia.

3. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:   Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a)

4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh:   Bauran Pemasaran menyangkut masalah (a) produk, (b) harga, (c) tempat, dan (c) promosi.

Hindari penggunaan dua pasang atau lebih tanda kurung yang berturut-turut. Ganti tanda kurung dengan koma, atau tulis ulang kalimatnya.
Contoh:   Tidak tepat: Nikifor Grigoriev (c. 1885–1919) (dikenal juga sebagai Matviy Hryhoriyiv) merupakan seorang pemimpin Ukraina.

Tanda Kurung Siku ([...])

1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Contoh:   Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

2. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh:   Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini.

Tanda Petik ("...")


1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:   "Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"

2. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:   Bacalah "Bola Lampu" dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.

3. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:   Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.

4. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh:   Kata Tono, "Saya juga minta satu."

5. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Contoh:   Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan "Si Hitam".

Tanda Petik Tunggal ('...')

1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh:   Tanya Basri, "Kau dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"

2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh:   feed-back 'balikan'

Tanda Garis Miring (/)

1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh:   No. 7/PK/1973

2. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata tiap, per atau sebagai tanda bagi dalam pecahan dan rumus matematika.
Contoh:   harganya Rp125,00/lembar (harganya Rp125,00 tiap lembar)

Tanda garis miring sebaiknya tidak dipakai untuk menuliskan tanda aritmetika dasar dalam prosa. Gunakan tanda bagi  ÷ .
Contoh:   10 ÷ 2 = 5.

Di dalam rumus matematika yang lebih rumit, tanda garis miring atau garis pembagi dapat dipakai.
Contoh:   n! / x!


3. Tanda garis miring sebaiknya tidak dipakai sebagai pengganti kata atau.


Tanda Penyingkat (Apostrof)(')

Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Contoh:   Ali 'kan kusurati. ('kan = akan)

Sebaiknya bentuk ini tidak dipakai dalam teks prosa biasa.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.

Kenali dunia dari sini